01 October, 2007

Pemain Ayat-Ayat Cinta (The Movie)

Seru kayaknya, menunggu detik-detik pemutaran film Ayat-Ayat Cinta (AAC), walaupun masih lebaran nanti diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia (dan katanya Mesir juga lho) tapi pengen cepet-cepet nonton, walapun terlepas dari pro dan kontra para pemain-pemainnya.
Seperti yang tertulis dai wikipedia, Novel ini menceritakan kehidupan seorang mahasiswa Indonesia bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq yang sedang mengeyam pendidikan di universitas Al-Azhar Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam sebuah perjalanan, Fahri bertemu dengan seorang mahasiswi Mesir bernama Aisha, yang diam-diam mengagumi sosok Fahri sebagai seorang yang ramah dan memiliki wawasan keislaman yang luas. Selain Aisha, Maria Boutros seorang gadis Kristen Koptik juga menaruh hati pada Fahri. Kisah cinta di antara mereka semakin rumit ketika dua tokoh lainnya, yaitu Nurul dan Noura Bahadur, juga mengalami perasaan yang sama. Yup, walaupun dibaca berulang-ulang, aku jamin tak akan bosanlah…
Mari kita bahas tokoh utama AAC satu persatu :
Fahri Bin Abdullah Shiddiq
Fahri Bin Abdullah Shiddiq, tokoh yang nyaris sempurna. Ketika membaca novel sampai habis, kita pasti tahu bagaimana “sempurna”nya tokoh Fahri ini.
Fedi Nuril, aku sih gak terlalu kenal dia, yang aku tau dia salah seorang tokoh sentral Mengejar Matahari. Trus pemain film sekaligus personil Garasi, banyak yang tidak setuju tokoh Fahri bin Abdullah Shiddiq diperankan oleh Fedi. Dengan alasan imagenya sudah tercemar, aku sih no comment saja. Banyak yang menginginkan tokoh Fahri diisi oleh artis yang imagenya alim atau pendatang baru yang belum punya image.Fedi Nuril (lahir di Jakarta pada 1 Juli 1982) adalah seorang aktor Indonesia. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Nuril. Film pertamanya adalah Mengejar Matahari yang diarah oleh Rudy Soedjarwo.
Maria
Gadis Mesir itu, namanya Maria. Ia juga senang dipanggil Maryam. Dua nama yang menurutnya sama saja. Dia puteri sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Bisa dikatakan, keluarga Maria adalah tetangga kami paling akrab. Ya, paling akrab. Flat atau rumah mereka berada tepat di atas flat kami. Indahnya, mereka sangat sopan dan menghormati kami mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Al Azhar.(Cuplikan Novel AAC)
Rianti Cartwright lahir di Bandung, 22 September 1983. Terlahir dari ayah berdarah Inggris dan ibu Sunda-Jawa ini dikenal publik sebagai VJ MTV Indonesia dan (kini) bintang film, pemain sinetron. model video kilp dan model iklan juga. Cuma dia belum nyanyi seperti jebolan VJ MTV lainnya (Nirina, Evan, Arie). Banyak yang meragukan Rianti untuk memainkan tokoh Maria, Puteri Tuan Boutros Girgis, emang kenapa sih? Alasan agama? Dia muslimah kok. Lha terus apa masalahnya? Kalau aku pikir sah-sah saja kok, asal Rianti bisa memerankan dengan baik.
Aisha
Aku memandang ke arah Aisha, pada saat yang sama dua matanya yang bening di balik cadarnya juga sedang memandang ke arahku. Pandangan kami bertemu. Dan ces! Ada setetes embun dingin menetes di hatiku. Kurasakan tubuhku bergetar. Aku cepat-cepat menundukkan kepala. Dia kelihatannya melakukan hal yang sama. Kukira Aisha tidak setegang diriku, sebab dia merasa lebih santai. Wajahnya tersembunyi di balik cadarnya. Sementara diriku, aku tidak tahu seperti apa bentuk mukaku. Aku harus mencari cara untuk menghilangkan ketegangan ini. Si kecil Hasan memandangi aku. Aku tersenyum padanya. Kutarik dia ke pangkuanku. Dia menurut…..
……. Sambil mendekap Hasan aku menyaksikan tangan kanan Aisha perlahan-lahan membuka cadarnya. Ada hawa sejuk mengalir dari atas. Masuk ke ubun-ubun kepalaku dan menyebar ke seluruh syaraf tubuhku. Wajah Aisha perlahan terbuka. Dan wajah putih bersih menunduk tepat di depanku. Subhanallah. Yang ada di depanku ini seorang bidadari ataukah manusia biasa. Mahasuci Allah, Yang menciptakan wajah seindah itu. Jika seluruh pemahat paling hebat diseluruh dunia bersatu untuk mengukir wajah seindah itu tak akan mampu. Pelukis paling hebat pun tak akan bisa menciptakan lukisan dari imajinasinya seindah wajah Aisha. Keindahan wajah Aisha adalah karya seni mahaagung dari Dia Yang Maha Kuasa. Aku benar-benar merasakan saat-saat yang istimewa. Saat-saat untuk pertama kali melihat wajah Aisha. (Cuplikan Novel AAC)
Aisha binti Rudolf Kremas/ Rudolf Omar diceritakan orang Turki berdarah Palestina. Sangat adil sekali, tokoh Aisha diperankan orang yang tepat yaitu artis mesir asli. Bingung juga ya? Novel islami difilmkan, trus ada adegan mesra dalam novel itu apakah juga ditampilkan di film?ya kecuali Fedi sama Artis mesir ini benar-benar menikah, tapi gak etis juga ya kalau kemesraan suami-istri buat konsumsi publik?
Noura
Noura….Kami kenal gadis itu. Kasihan benar dia. Malang nian nasibnya. Namanya Noura. Nama yang indah dan cantik. Namun nasibnya selama ini tak seindah nama dan paras wajahnya. Noura masih belia. Ia baru saja naik ke tingkat akhir Ma’had Al Azhar puteri. Sekarang sedang libur musim panas. Tahun depan jika lulus dia baru akan kuliah. Sudah berulang kali kami melihat Noura dizhalimi oleh keluarganya sendiri. Ia jadi bulan-bulanan kekasaran ayahnya dan dua kakaknya. Entah kenapa ibunya tidak membelanya. Kami heran dengan apa yang kami lihat. Dan malam ini kami melihat hal yang membuat hati miris. Noura disiksa dan diseret tengah malam ke jalan oleh ayah dan kakak perempuannya. Untung tidak musim dingin. Tidak bisa dibayangkan jika ini terjadi pada puncak musim dingin (Cuplikan Novel AAC)
Noura Binti Adel. Sepintas kalau membaca cuplikan novel AAC terasa bahwa sosok tokoh Noura adalah tokoh yang menderita dan terdzalimi. Cocok memang dengan wajah Zaskia yang melankolis gitu. Tapi dari segi cerita Noura diceritakan gadis arab, tapi dalam Film kok beda? Paling nggak kalau diperankan artis Indonesia ya yang berwajah arab gitu, kayak Nabila Syakieb atau Jean Shalimar. Banyak juga yang tak setuju kalau Noura diperankan Zaskia Mecca
Nurul Azkiya
Kau tahu Nurul adalah puteri tunggal Bapak KH. Ja’far Abdur Razaq, pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Selain cantik dia juga cerdas dan halus budi. Sejak masih kelas satu aliyah sudah banyak kiai besar yang melamar Nurul untuk puteranya. Nurul tidak mau. Ketika akhirnya Nurul belajar di Al Azhar pinangan itu justru semakin banyak. Kiai Ja’far ayah Nurul berkali-kali menelpon Nurul agar segera menentukan pilihan pendamping hidupnya. Beliau merasa sangat tidak enak menolak pinangan terus menerus. Apalagi jika pinangan itu datangnya jadi kiai yang lebih senior dari beliau atau dari guru beliau. Jika Nurul sudah tunangan atau menikah dengan seseorang yang dipilihnya tentu kedua orang tua Nurul akan lebih tenang. Dan jika berjumpa dengan para kiai-kiai di Jawa Timur tidak akan terbebani oleh sindiran-sindiran halus dari para kiai yang meminang puterinya. Dua bulan yang lalu ayahnya menelpon ada pinangan dari Kiai Rahmad untuk puteranya Gus Anwar. Kiai Rahmad ini adalah gurunya ayah Nurul waktu mondok di Bandar Kidul Kediri. Ayah Nurul tidak bisa menolaknya kecuali Nurul sudah memiliki seorang calon di Mesir. Jika tidak, maka Nurul terpaksa harus menerima pinangan itu. Inilah masalahnya.” (Cuplikan Novel AAC)
Melanie Putria Dewita Sari (lahir 1982) adalah wakil dari Sumatra Barat yang terpilih menjadi Puteri Indonesia 2002 saat berusia 20 tahun. Setelah terpilih menjadi Putri Indonesia 2002, karir Imel, begitu sapaan akrabnya, mulai menanjak, dari kegiatan sosial, nyanyi, MC, trus main film. Dia juga pernah main Film bareng Duta S07, Tak Biasa, Cinta Silver dan Kejar Jakarta. Tapi masih banyak lho yang gak tau orang ini. Ketika aku tau yan memerankan tokoh Nurul adalah Melanie Putria, kucari referensinya, dan baru kutau kalau dia adalah ex Putri Indonesia dan MC Kiss. Cocok apa nggaknya dengan sosok Nurul aku sendiri gak tau, lha wong gak terlalu memperhatikan dia kok. Justru tokoh Nurul ini amat sangat pas jika yang memerankan adalah Zaskia Mecca, iya kan?Sebagai referensi, di postingan ini aku tampilkan tokoh-tokoh Film AAC versi sutradara...!!